Penting! Ketahui Masalah Seputar Gigi Susu Anak dan Cara Merawatnya


Transformasi - Bisa dipastikan semua orang tua turut bahagia kala melihat sang buah hati sudah mulai muncul gigi susunya. Salah satu alasannya, si kecil akan tampak lebih menggemaskan. Respon kebahagiaan pun bisa diamati, biasanya orang tua akan memamerkan gigi si kecil yang baru tumbuh ke orang lain. Kadang orang tua mencoba untuk menjaili si kecil agar jari tangannya digigit. Duuhhh ada-ada saja. Hehehe

Gigi susu anak pada umumnya akan muncul pada anak usia 8 bulan hingga 12 bulan. Sebagian kecil akan muncul sebelum atau sesudah bulan tersebut. Meskipun gigi susu merupakan gigi permulaan sebelum gigi permanennya muncul, orang tua tetap harus mengetahui secara lengkap tentang gigi susu, meliputi masalah dan cara merawatnya.

Masalah-Masalah pada Gigi Susu dan Cara Merawatnya
 
1. Gigi Berlubang
Masalah gigi satu ini seringkali timbul, baik pada anak-anak maupun dewasa. Penyebab secara umum tidak lain yaitu makanan yang dikonsumsi. Ada beberapa makanan yang perlu untuk diantisipasi dan diwaspadai, diantaranya coklat, permen, dan makanan minuman yang mengandung tinggi gula.

Guna mengatasi masalah ini, ayah dan bunda bisa mengatur makanan dan minuman manis yang dikonsumsi si kecil agar terkondisikan pun tidak berlebihan. Selain itu, perlu diketahui ya bunda, sebisa mungkin jangan membiasakan si kecil minum susu sambal tiduran, karena bisa merusak enamel gigi.

2. Gigi Sensitif
Perlu dipahami ya untuk ayah dan bunda, bahwa masalah gigi sensitif tidak hanya diderita orang dewasa tetapi juga menyerang anak-anak termasuk balita. Faktor utama disebabkan karena adanya kerusakan pada enamel gigi yang melindungi lapisan terluar gigi. Masalah gigi yang satu ini akan membuat si kecil kadang rewel dan merasakan nyeri pada gigi di waktu tertentu. Umumnya, nyeri akan muncul kala si kecil mengkonsumsi makanan panas atau dingin.
loading...

Jika masalah gigi sensitif ini sudah mengjangkit, mau tidak mau ayah dan bunda harus lebih jeli dalam memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi si kecil. Sajikan makanan dan minuman yang suhunya tidak terlalu panas dan dingin. Selain itu, orang tua bisa mencoba memberikan makanan yang bersifat membersikan dan menjaga kesehatan gigi secara alami, salah satunya Apel.

3. Gigi Berubah Warna
Masalah ketiga ini paling sering dijumpai pada anak-anak. Gigi berubah warna dan biasanya akan terkikis perlahan. Hemm kadang orang tua mengeluhkan masalah ini karena si kecil berkurang kerennya karena giginya berubah kecokelatan. Gigi berlubang, gigi sensitif, serta gigi berubah warna, bisa ditengarai sebagai akibat dari malas menggosok gigi atau tidak benarnya cara anak ketika menggosok gigi.

Solusi terbaik untuk merawat gigi susu ialah rutin sikat gigi dengan benar. Sebaiknya ayah dan bunda mulai mengenalkan dan membiasakan si kecil untuk sikat gigi semenjak gigi susu sudah muncul. Dampingi dan pastikan buah hati kita menyikat gigi dengan benar. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah memilih pasta gigi. Gunakan pasta gigi yang mengandung perlindungan ekstra, seperti Pepsodent.

4. Gigi Tanggal Lebih Awal
Gigi susu anak umumnya akan mulai tanggal dengan sendirinya pada usia 6-7 tahun, kemudian berganti dengan gigi baru yang permanen. Akan tetapi, ada beberapa kasus gigi susu copot lebih awal dari jadwalnya. Selain disebabkan karena lubang pada gigi yang sudah parah, cedera atau benturan saat bermain akan membuat gigi susu copot lebih awal. Gigi susu yang copot sebelum waktunya bisa berpotensi memunculkan masalah pada gigi baru permanen kelak.

Tindakan preventifnya, ayah dan bunda perlu memberikan pengawasan ekstra agar si kecil tetap aman ketika bermain. Jika sudah terjadi, maka sebagai tindakan kuratif, ayah dan bunda bisa mencoba untuk melakukan periksa gigi ke dokter ahli gigi.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.